Assalamu'alaikum Para Santri~ Ulama2 besar yang kita cintai sekarang ini telah berkumpul di pekalongan dalam acara INTERNATIONAL CONFERENCE Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam.
ulama-ulama tersebut diantaranya :

Syaikh Usamah Abdurrazzaq Ar-Rifa’i (Libanon)

“Ada lima faktor persatuan bagi umat Islam saat ini. Pertama, dengan mengedepankan aspek-aspek ushul, dan tidak sibuk dalam perkara-perkara khilafiyah. Kedua, menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ketiga, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam berbangsa. Keempat, semangat kebersamaan bersama Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai kelompok terbesar umat Islam. kelima, meninggalkan kebiasaan menghakimi mereka yang berbeda paham dan aliran. Selain itu, saya mengusulkan agar kita selektif dalam penyiapan para dai (penyeru agama Islam). Harus ada kriteria yang jelas, berkompeten, terkualifikasi dengan sanad keilmuan yang sahih. Jangan sampai semua orang bebas bicara menyampaikan isi Al-Qur’an dan hadits Rasulullah tanpa ilmu.”
 

Syaikh Musthafa Abu Shway dari Palestina (kanan) dan Dr. Othman Shibly dari Amerika Serikat (kiri)

"Umat Islam menjadi pelopor dalam meletakkan asas kebangsaan, yakni ketika Rasulullah mengakui peran umat Yahudi dan Nasrani di Madinah sebagai satu bangsa, bersama-sama dengan umat Islam. Maka kita pahami bahwa peradaban Islam sangat terbuka bagi seluruh umat manusia. Kita harus menegaskan bahwa kaum muslimin adalah umat yang penuh kebaikan, kedamaian, kasih sayang, yang diperuntukkan bagi seluruh manusia, binatang, dan tumbuhan. Maka kita juga akan intensif melakukan dialog tidak hanya dengan yang sesama pemahaman, tetapi juga terbuka dengan pihak-pihak lain. Keyakinan kita bahwa agama yang kita anut adalah agama yang benar, tidak kemudian memungkiri eksistensi agama lain, sehingga tidak menjadikan kita mudah menumpahkan darah umat yang lain."

Syaikh Abdul Malik Abdurrahman As-Sa'di (Irak)

 "Ada banyak hal yang bisa menjadi faktor persatuan umat. Ada banyak juga yang bisa menjadi faktor perpecahan umat, di antaranya ialah fanatisme golongan. Mazhab apapun yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan orang lain untuk mengikuti mazhabnya tersebut, maka ini adalah bukti bahwa mazhab tersebut gagal membuktikan kedamaian. Dan Islam tentu menolak hal tersebut."





 Syaikh Umar Hadrah, Sudan

"Muhammad Abduh mengatakan bahwa ketika pergi ke Eropa, ia tidak menemukan muslim namun menemukan Islam di sana. Sementara saya ke Indonesia ini menemukan muslim sekaligus menemukan Islam di sini. Saya bersaksi belum pernah menemukan seorang ulama sufi seperti Habib Luthfi di belahan bumi ini, yang bisa mengumpulkan para ulama dalam sebuah pertemuan untuk membela negara, dan berhasil mempererat kembali hubungan Indonesia-Sudan yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya." 


Syaikh Abdul Malik Abdurrahman As-Sa'di (tengah) dari Irak dan Syaikh KH Maimun Zubair (kiri) 


Dua ulama yang tak lagi muda, Syaikh Abdul Malik Abdurrahman As-Sa'di (tengah) dari Irak dan Syaikh KH Maimun Zubair (kiri) dari Rembang nampak sedang beramah-tamah. Meskipun harus dipapah dan menggunakan tongkat untuk berjalan, namun kedua ulama sepuh ini nampak sangat bersemangat ketika membincangkan ilmu, kondisi bangsa, dan umat Islam saat ini. Beliau berdua merupakan tamu dalam Konferensi Internasional Bela Negara yang akan diselenggarakan besok, Rabu-Jumat (27-29 Juli)

dan masih banyak lagi ulama-ulama besar dan habib habib yang datang pada acara ini, semoga acarani menjadikan barokah bagi bangsa indonesia, dan umat islam pada khususnya.

Semoga ALLAH SWT memberikan Hidayah, Keselamata, Kesehatan, dan Umur yang panjang bagi beliau beliau semuanya, sehingga dapat menentramkan dan menjadikan panutan umat. amin ya robal alamin


ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber Jatman Event.

Post A Comment: