Assalamu'alaikum Para Santri~

KAPITAN PATTIMURA.
SUPER HERO MALUKU.
Saya ulangi! Ya, TOMBAK ITU PATAH JADI DUA!
Segitu saktinya Pattimura.

Kalo Amerika punya Captain America jangan minder! Indonesia punya Kapitan Pattimura. Pahlawan asal Maluku ini bisa dibilang salah satu pahlawan nasional yang terkenal. Semua ini berkat mukanya yang ditaruh di uang seribu rupiah. Tapi, tahukah kamu cerita kehebatan Pattimura?
Pattimura bernama asli Thomas Matulessy. Thomas kecil hidup di bawah penjajahan VOC yang menjadi-jadi. Maluku yang dikenal sebagai surganya rempah-rempah tentu mengundang penjajah untuk merampok daerahnya. Muak akan keadaan ini, dia pun tumbuh jadi sosok yang berjanji akan balas dendam dan merebut kembali kemerdekaan daerahnya.
Di umur 20 tahun, di saat kamu-kamu masih sibuk ngegalauin cewek orang lain, Pattimura udah ikutan Korps Batalyon 500 yang dibentuk oleh Inggris untuk melatih pemuda Maluku berperang. Ceritanya sih, pada saat itu Inggris udah berhasil ngalahin Belanda gitu. Dengan semangat berkobar-kobar nih, Pattimura pun berlatih dengan giat. Seperti yang udah kamu duga, yeah Pattimura dapet peringkat paling tinggi di antara yang lainnya. Malah, doi langsung diangkat jadi sersan mayor dan kepala regu untuk angkatannya.
Eh gak taunya, belum lama doi menjabat, Inggris udah harus nyerahin kekuasaan pada Belanda. Belanda sendiri gak mau ngelanjutin proyekan Korp Batalyon 500 dengan ngebayar denda. Nah, di sini lah Inggris maenin strateginya. Sebelum mereka cabut, mereka ngasih kebebasan buat para pemuda Maluku untuk kerja paksa. Pas Belanda balik lagi berusaha nerapin kerja paksa, tentu aja rakyat Maluku gak terima.
Satu momen sejarah yang penting adalah ketika Gubernur Maluku menyerukan: “Dalam jangka waktu tiga bulan semua bekas prajurit Inggris, penganggur dan orang asing tanpa pekerjaan atau tanpa surat keterangan dari kepala negeri harus mencari pekerjaan di kota Ambon atau masuk tentara Belanda atau pulang ke negeri masing-masing. Jika tidak mereka akan ditangkap dan diangkut ke Banda untuk dipekerjakan di kebun-kebun pala.”
4 April 1817, Thomas Matulessy a.k.a Pattimura pun menggalang kekuatan dengan ngumpulin temen-temennya di satuan yang terdahulu. Mereka ini ditugasin olehnya untuk mengabarkan ke seluruh rakyat Maluku rencana pemberontakan yang akan mereka lakukan.
Setelah pertemuan dengan banyak elemen rakyat Maluku, Matulessy pun mengusulkan agar dipilih pemimpin perang. Gak pake basa-basi, doi sendiri langsung mengusulkan diri untuk menjadi pangalu perang. Tapi, harus di tes dulu dong ya. Matulessy membentangkan dada dan menyuruh salah seorang dari yang hadir untuk menikamnya. Seorang kapitan maju membawa tombak dan dengan sekuat tenaga menombak dadanya Pattimura! Apakah yang terjadi?
Tombak itu patah jadi dua!
Saya ulangi! Ya, TOMBAK ITU PATAH JADI DUA!
Segitu saktinya Pattimura, sampai semua orang setuju untuk memilih dia sebagai pemimpin perang.
Dengan modal peperangan yang seadanya, Pattimura dan gengnya langsung merebut Benteng Duurstede dalam beberapa jam saja! Beberapa hari kemudian, ekspedisi Belanda yang ditugasin buat nyerang mereka juga bisa dikalahin. Canggih ye. 250 orang dikabarkan terbunuh di peperangan itu, dengan hanya satu orang disisain berenang di laut. Sereeem.
Sialnya, kisah petualangan Pattimura gak berlangsung lama. Bulan November 1817 doi ditangkep. Satu hal yang menyedihkan adalah Belanda berkomplot dengan Ternate untuk menumpas usaha kemerdekaan rakyat Maluku. Desember 1817, Pattimura dieksekusi.
Meskipun begitu, namanya tetap menjadi obor perjuangan rakyat Maluku yang tak pernah berhenti berontak dari penjajah setelahnya.




ditulis oleh Doni hasan
sumber wikipedia

Post A Comment: