Berkah Mahabah kepada Guru


Assalamu'alaikum Para Santri~Mahabbah Kecintaan seorang Murid yg didasari ketulusan & keikhlasan menjadi suatu asbab Keberkahan.Cintailah gurumu maka engkau akan mencintai TuhanMu & NabiMu serta orang tuamu,keluargamu,kerabatmu,teman"mu & Bangsamu dg sebenar"nya cinta.Nabil Abu Hanifah(samaran) Belakangan ini sering termenung sendiri.Betapa Rindunya dia ingin bertemu dg Gurunya Abah Menyan(samaran).Terkadang dia suka menangis saat wajah Gurunya terlintas dalam pikirannya.Terkadang dia suka tersenyum saat teringat wajah gurunya.Terkadang bergetar hatinya saat teringat suara gurunya tak terasa air matanya menetes.Rasanya tidak kuat Nabil Abu Hanifah menahan gejolak Rasa rindu kpd sang Guru Abah Menyan.Ya Allah...Ya kariiim....Ampunilah Aku Rasa Rinduku sungguh teramat Besar Kpd Abah Menyan sedangkan malu & segan hati ini bila aku Mengunjungi Beliau tanpa membawa apa" walaupun aku tahu Beliau tentunya tdk berharap apapun dariku" dg lirih Nabil Abu Hanifah merintih.Ya Allah Ya kariiim ampunilah hamba org yg tak berguna ini bahkan kpd gurupun aku tdk bisa berbakti orang yg selama ini telah menyayangiku membimbingku Menuju CahayaMu Ya Kariiim".begitu terus menerus kata" ini diucapkannya.Suatu hari Nabil Abu Hanifah dikasih seorang ortu murid bibit singkong.Bibit singkong ini dia tanam & setiap hari dia menunggu dgn penuh kesabaran.Setelah Singkongnya siap panen,dia lalu memilih satu tangkai singkong yg paling besar & paling bagus utk dia berikan kpd gurunya sbg buah tangan darinya.Keesokan hari berangkatlah dia ke rumah Abah Menyan sambil Berdoa mohon ampunan kpd ALLAH karena hanya bisa memberikan singkong setelah bertahun" tdk bertemu.Singkat Cerita sampailah dia dirumah Abah Menyan lalu singkong tsb diserahkan kpd gurunya.Saat itu sangkin Senang Abah Menyan menerima Nabil Abu Hanifah mereka ngobrol dari pagi sampe sore melepas kerinduan.saat pamit pulang Abah Menyan bertanya kpd Istrinya:"Ummi kita ada apa ya?" tanya Abah Menyan."Kita cuma ada Kambing satu pasang abah, tadi ada yg ngasih" jawab Ummi."Ya sudah atuh kasihkan saja kepada si nabil"kata Abah Menyan.Nabil Abu Hanifah berusaha menolak tapi dipaksa sang Kyai Abah Menyan.Akhirnya dia menerima Pemberian gurunya itu & Pamit pulang.dia menuntun sepasang kambing tersebut dg hati yg senang.ditengah perjalanan dia bertemu seniornya yg juga jebolan pesantren salaf Abah Menyan.namanya Veriawan Toni Wiguna(samaran) lalu mereka mengobrol sebentar melepas rindu."Wah habis beli kambing ya?" Tanya Veriawan Toni Wiguna."nggak ini boleh dikasih Abah Menyan" jawab Nabil Abu Hanifah."emang apa yg kamu kasih ke Abah?"dgn kaget Kang Toni bertanya.Karena memang sdh menjadi semacam kebiasaan seorang Ulama  apabila dikasih seseorang biasanya akan membalas dg apa yg ada padanya,,,ya..minimal didoakan."Saya cuma ngasih Abah Singkong kang,,,ya...yg adanya cuma itu"jawab Kang nabil.setelah ngobrol basa basi Lalu mereka berpisah.sambil jalan pulang Veriawan Toni Wiguna tersenyum sendiri sambil berkata kalo si Nabil saja ngasih singkong bisa dikasih sepasang kambing apalagi kalau yg laen bisa" sapi yg dikasih."hehehe" tawanya dalam hati.sesampai dirumah Kang Veriawan Toni Wiguna menceritakan kejadian tsb kpd sang istri & bermaksud memakai semua uang simpanan mereka utk membeli durian karena mereka tahu Abah Menyan sangat menyukai durian.keesokannya setelah subuh dgn dilepas peluk cium istrinya kang toni kepasar  uang simpanan tsb semuanya dia habiskan memborong durian satu becak.Didalam perjalanan menuju ke rumah abah,kang Toni tersenyum" sendiri membayangkan apa yg bakal dia dapatkan."jangan" sapi 10 pasang,,,hehehehe" gumamnya.sampailah dia dirumah Abah dan diterima dg baik karena memang sdh bertahun" mereka tdk bertemu padahal bersebelahan kampung.Tak lama kemudian kang Toni buru" pamit pulang karena sdh tdk sabar,,lalu Abah Menyan menanyakan istrinya."ummi kita ada apa?"tanya Abah."ya..abah kita hanya punya singkong pemberian si nabil kemarin itupun separuhnya sdh dimasak" jawab Ummi."ya...sudah kasih semuanya ke si Toni"kata Abah.Mendengar itu hampir roboh kang Toni saat mencium tangan gurunya saat pamitan dia sampai menangis bukan karena terharu berpisah dg gurunya,tapi dia menangisi apa yg bakal dia terima saat menghadapi istrinya.Singkong tsb habis dimakan tapi sepasang kambing terus beranak & beranak yg akhirnya membuat kehidupan Ustadz Nabil Abu Hanifah semakin sejahtera.Buah kecintaannya kpd guru yg didasari ketulusan & keikhlasan.

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber kang Doni

Post A Comment: