Tawassuth Al-Tawassuth salah satu CIRI AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH


Assalamu'alaikum Para SantriCIRI-CIRI AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH, Ummat Ahlu Sunnah Wal Jama'ah memiliki beberapa ciri sebagai penanda akan ke-ASWAJA-an nya.
insya ALLAH saya akan coba berbagi tentang hal tersebut kepada para sahabat semua, agar para sahabat dapat turut menikmati keindahan ajaran Islam yang tengah saya pelajari dari Kyai Ahmad Suer Sudarsono (semoga ALLAH senantiasa merahmati beliau,,, aamiin Yaa ALLAH)
baiklah,,, marriiiii kita mulai mengaji

Tawassuth Al-Tawassuth adalah salahsatu karakter yang HARUS dimiliki oleh seorang Ummat Ahlu Sunnah Wal Jama'ah, Al-Tawassuth bermakna : Bersikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kanan ataupun ekstrim kiri,,, DASAR dari KEWAJIBAN memiliki karakter tersebut berpijak pada Firman ALLAH SWT dalam Al Qur'an,
Surah Al-Baqarah, Ayat 143 yang berbunyi : 'Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya ALLAH SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian"

naaahh,,, dalam Firman ALLAH SWT tersebut, kita mendapati satu PANDUAN yang SANGAT JELAS akan keharusan keberadaan karakter Tawassuth dalam diri seorang Ahlu Sunnah Wal Jama'ah,,, hal tersebut selaras dengan tujuan dan harapan para Salafus Shaleh yang berjuang guna mempersatukan umat islam yang tercerai berai setelah wafat nya Rasulullah SAW dan para sahabat, lalu apa hubungan nya antara karakter Tawassuth tersebut dengan ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama'ah,,,???

Hubungan nyaaa terletak pada KEMAMPUAN UNTUK MENJEMBATANI PERBEDAAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN SELURUH UMAT ISLAM, karennaaa... bagaimana mungkin kita dapat mempersatukan umat islam yang terpisahkan oleh berbagai pemahaman agama, JIKA kita berdiri pada pijakan FANATISME akan satu pemahaman ajaran agama tertentu.

Sooo... mulai sekarraaang... kita HARUS BERHENTI menghukumi pola peribadatan umat muslim lain nya JIKA kita tidak/belum memahami pola peribadatan orang tersebut dengan sebenar-benar nyaaa,  'Tidak ada siapapun yang mampu menghukumi sesuatu dengan seadil-adil nya pertimbangan selain ALLAH SWT' semoga bermanfaat.


ditulis Ulang Oleh Pak Rt
sumber (Bayu Al Ghuyu-ghuyu)

Post A Comment: